Peranan Angkutan Umum

 Angkutan umum berperan (Warpani, 1990):
memenuhi kebutuhan manusia akan pergerakan ataupun mobilitas yang semakin meningkat, untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lain yang berjarak dekat, menengah ataupun jauh.

pengendalian lalu lintas, penghematan bahan bakar atau energi, dan juga perencanaan & pengembangan wilayah

Esensi dari operasional angkutan umum adalah memberikan layanan angkutan yang baik dan layak bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatannya, baik untuk masyarakat yang mampu memiliki kendaraan pribadi (Choice) dan terutama bagi masyarakat yang terpaksa harus menggunakan angkutan umum (Captive). Ukuran pelayanan angkutan umum yang baik adalah pelayanan yang aman, cepat dan murah.

Angkutan umum tidak dapat dipungkiri merupakan angkutan yang efisien terhadap penggunaan ruang jalan, dibandingkan dengan angkutan pribadi.

Dengan kata lain, angkutan pribadi sebenarnya merupakan moda transportasi yang sangat boros terhadap penggunaan ruang jalan.
kemacetan lalu lintas bukan karena keberadaan angkutan umum, melainkan karena penggunaan mobil pribadi yang berlebihan.


Tudingan bahwa penyebab kemacetan lalu lintas adalah akibat perilaku angkutan umum yang menaikturunkan penumpang di sembarang tempat, berhenti mendadak, berhenti ngetem di sembarang tempat, dan lain-lain, memang ada benarnya namun akar masalah sebenarnya bukan itu, melainkan karena persentase penggunaan mobil pribadi yang sangat tinggi.

Perilaku angkutan umum yang tidak tertib, sebenarnya semata-mata hanyalah masalah penegakan hukum (law enforcement) yang belum dilakukan maksimal. Apabila penegakan hukum dilaksanakan dengan baik, niscaya masalah perilaku pengoperasian angkutan umum yang menyebabkan terjadinya kemacetan akan selesai. Namun demikian, perilaku penggunaan mobil pribadi yang berlebihan, yang menyebabkan pemborosan penggunaan ruang jalan hingga menyebabkan kemacetan, tidaklah mudah untuk diselesaikan.

Untuk lebih mengefisienkan pemanfaatan ruang jalan, pemerintah sebagai regulator angkutan jalan raya, harus membatasi penggunaan mobil pribadi dan memaksimalkan penggunaan angkutan umum. 

Strategi untuk membatasi penggunaan angkutan pribadi, bukanlah dengan cara melarang terhadap penggunaan mobil pribadi, karena jika hal ini dilakukan maka berarti telah terjadi pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM). 

Strategi untuk membatasi penggunaan pribadi adalah dengan meningkatkan pelayanan angkutan umum, sehingga pengguna mobil pribadi dapat tertarik untuk menggunakan angkutan umum. Idealnya agar masyarakat pengguna mobil pribadi dapat berpindah ke angkutan umum, maka karakteristik angkutan umum harus diupayakan  mendekati kendaraan pribadi.

Beberapa strategi untuk memaksa pengguna mobil pribadi bermigrasi ke  angkutan umum adalah sebagai berikut :


- Melakukan perbaikan pelayanan angkutan umum melalui peningkatan keandalan, kenyamanan, keselatamatan, keamanan, penurunan ongkos dan waktu perjalanan, sehingga  angkutan umum memiliki ciri ideal,

- Melakukan maksimalisasi penggunaan mobil pribadi dengan kebijakan 3 in 1 pada daerah-daerah yang macet,
-nMelakukan kebijakan tarip parkir berdasar sistem zona dan progresif waktu,
- Melakukan rangsangan tarip angkutan umum murah melalui pemberian subsidi BBM, suku cadang, dll.
Demikianlah sedikit pembahasan tentang Peranan Angkutan Umum  semoga bermanfaat. Jika ada yang salah mohon diberikan komentar dibawah ini.
Anda Bisa Membaca Artikel lain tentang Transportasi  dibawah ini. Jika anda suka mohon Like dan di Bagikan ke teman-teman  yang lain. Terima Kasih

0 komentar:

Poskan Komentar

  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Yahoo! Buzz
  • Technorati
  • Facebook
  • TwitThis
  • MySpace
  • LinkedIn
  • Google
  • Reddit
  • Netvibes
Design by eckoCS1Copyright © 2010 Kampus Baturaja | Powered by Blogger